
Minggu, 17 Mei 2009
Mekanika tubuh adalah usaha koordinasi dari muskuskeletal dan sistem saraf untuk mempertahankan keseimbangan yang tepat.
Prinsip Mekanika Tubuh
1. Gravitasi. Memandang gravitasi sebagai sumbu dalam pergerakan tubuh.
- Pusat gravitasi, titik yang ada di pertenganhan tubuh
- Garis gravitasi, merupakan garis imaginer vertical melalui pusat gravitasi
- Dasar tumpuan, merupakan dasar tempat seseorang dalam posisi istirahat untuk
2. Keseimbangan. Keseimbangan dicapai dengan mempertahankan posisi garis gravitasi
Pergerakan Dasar dalam Mekanika Tubuh
- Gerakan ( ambulating ). Gerakan yang benar dapat membantu mempertahankan keseimbangan tubuh. Contoh: keseimbangan orang saat berdiri dan saat jalan akan berbeda. Orang yang berdiri akan lebih mudah stabil disbandingkan dalam posisi jalan. Dalam posisi jalan akan terjadi perpindahan dasar tumpuan dari sisi satu ke sisi yang lain, dan posisi gravitasi akan selalu berubah pada posisi kaki.
- Menahan ( squatting ). Dalam melakukan pergantian, posisi menahan selalu berubah.contoh : posisi orang duduk akan berbeda dengan orang jongkok, dan tentunya berbeda dengan posisi membungkuk. Gravitasi adalah hal yang perlu diperhatikan untuk memberikan posisi yang tepat dalam menahan. Dalam menahan diperlukan dasar tumpuan yang tepat.
- Menarik ( pulling ).menarik dengan benar akan memudahkan untuk memindahkan benda. Yang perlu diperhatikan adalah ketinggian, letak benda, posisi kaki dan tubuh dalam menarik, sodorkan telapak tangan dana lengan atas dipusat gravitasi pasien, lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki ditekuk, lalu dilakukan penarikan.
- Mengangkat ( lifting ). Mengangkat merupakan pergerakan daya tarik. Gunakan otot-otot besar besar dari tumit, paha bagian atas, kaki bagian bawa, perut, dan pinggul untuk mengurangi rasa sakit pada daerah tubuh bagian belakang.
- Memutar ( Pivoting ) merupakan gerakan untuk memutar anggota tubuh dan bertumpu pada tulang belakang. Gerakan memutar yang baik memerhatikan ketiga unsur gravitasi agar tidak berpengaruh buruk pada postur tubuh
Faktor –faktor yang Mempengaruhi Mekanika Tubuh - Status Kesehatan. Terjadi penurunan koordinasi yang disebabkan oleh penyakit berupa berkurangya melakukan aktifitas sehari-hari.
- Nutrisi. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan kelemahan otot dan memudahkan terjadi penyakit.contoh: tubuh yang kekurangan kalsium akan lebih mudah fraktur.
- Emosi. Kondisi psikologi seseorang dapat mudah memudahkan perubahan perilaku yang dapat menurunkan kemampuan mekanika tubuh dan ambulasi yang baik.
- Situasi dan Kebiasaan. Situasi dan kebiasaan yang dilakukan sesorang misalnya sering mengangkat benda-benda yang berat.
- Gaya Hidup. Perubahan pola hidup seseorang dapat menyebabkan stress dan kemungkinan besar akan menyebabkan kecerobohan dalam beraktifitas.
- Pengetahuan. Pengetahuan yang baik dalam pengguanaan mekanika tubuh akan mendorong seseorang untuk mempergunakannya dengan benar, sehingga mengurangi tenaga yang dikeluarkan.
Dampak Mekanik Tubuh yang Salah - Terjadi ketegangan sehingga memudahkan timbulnya kelelahan dan gangguan dalam system muskuloskletal
- Resiko terjadi kecelakaan pada system musculoskeletal. Seseorang salah berjongkok atau berdiri akan mudah terjadi kelainan pada tulang veterbra.
Asuhan Keperawatan Pada Masalah Mekanika Tubuh dan Ambulasi
Pengkajian
Menilai kemampuan dan keterbatasan dalam bergerak dengan cara :
- bangkit dari posisi berbaring ke posisi duduk
- kemudian bangkit dari kursi ke posisi berdiri
- menilai gaya berjalan
Diagnosis Keperawatan
- Gangguan mobilitas fisik b.d adanya kelemahan akibat spasme otot dan tulang pada extremitas, nyeri akibat peradangan sendi, penggunaan alat Bantu dalam waktu yang lama.
- Risiko cedera b.d adanya paralysis, gaya berjalan tidak stabil, penggunaan tongkat yang tidak benar
- Kurang perawatan diri b.d kelemahan fisik secara umum
Perencanaan
- Memperbaiki penggunaan mekanika tubuh pada saat melakukan aktifitas
- Memulihkan dan memperbaiki ambulasi
- Mencegah terjadinya cedera akibat jatuh.
kebutuhan mobilisasi
KEBUTUHAN MOBILITAS DAN IMOBILITAS
Pengertian Mobilitas
Merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah, teratur dengan tujuan memenuhi kebutuhan aktifitas guna mempertahankan kesehatannya.
Jenis-jenis Mobilitas
- Mobilitas Penuh merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi sosial dan peran sehari-hari.
Mobilitas Sebagian merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan jelas dan tak mampu bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan syaraf motorik dan sensorik.
Mobilitas Sebagian Temporer merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya sementara. Kemungkinan disebabkan oleh trauma pada muskuloskeletal, Contoh: adanya dislokasi sendi dan tulang.
- Mobilitas Sebagian Permanen merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya menetap. Hal tersebut disebabkan rusaknya sistem syaraf yang reversibel, contoh: hemiplegia akibat stroke, paraplegi karena cedera tulang belakang.
Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas
a Gaya Hidup. Perubahan gaya hidup dapat mempengaruhi kemampuan mobilitas seseorang karena gaya hidup berdampak pada perilaku atau kebiasaan sehari-hari.
a Proses Penyakit/cedera. Proses penyakit dapat mempengaruhi kemampuan mobilitas karena dapat mempengaruhi fungsi sistem tubuh. Sebagai contoh, orang yang menderita fraktur femur akan mengalami keterbatasan pergerakan dalam ekstremitas bagian bawah.
a Kebudayaan. Kemampuan melakukan mobilitas dapat juga dipengaruhi kebudayaan.contoh, orang yang memiliki budaya sering berjalan jauh, memiliki kemampuan mobilitas yang kuat dibandingkan dengan orang yang karena adat budaya tertentu dibatasi aktifitasnya.
a Tingkat Energi. Energi adalah sumber untuk melakukan mobilitas. Agar seseorang dapat melakukan mobilitas yang baik dibutuhkan energi yang cukup.
a Usia dan Status Perkembangan. Terdapatperbedaan kemampuan mobilitas pada tingkat usia yang berbeda.
Pengertian IMobilitas
Keadaan dimana individu tidak dapat bergerak dengan bebas karena kondisi yang mengganggu pergerakan.
Jenis Imobilitas
Fisik, pembatasan pergerakan secara fisik dengan tujuan mencegah terjadinya gangguan komplikasi pergerakan, ex: pasien hemiplegi, fraktur.
Intelektual, merupakan keadaan ketika seseorang mengalami keterbatasan daya pikir, seperti pada pasien yang mengalami kerusakan otak akibat suatu penyakit.
Emosional, keadaan ketika seseorang mengalamim pembatasan secara emosional karena adanya perubahan secara tiba-tiba dalam menyesuaikan diri, stres berat karena adanya bedah amputasi.
Sosial, keadaan individu yang mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial karena keadaan penyakitnya sehingga mempengaruhi perannya dalam kehidupan sosial.
Perubahan Sistem Tubuh Akibat Imobilitas
Perubahan Metabolisme
Penurunan kecepatan metabolisme dalam tubuh ( BMR )
Kekurangan energi untuk perbaikan sel
Mempengaruhi gangguan oksigenasi sel
Ketidakseimbangan Cairan Elektrolit
Persediaan protein menurun dan konsentrasi prosein serum berkurang
Berkurangnya perpindahan cairan dari intravaskuler ke interstisial menyebabkan udema,sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
Gangguan Perubahan zat gizi
Disebabkan input protein dan kalori menurun
Pengubahan zat-zat makanan pada tingkat sel menurun.
Gangguan Fungsi gatrointestinal
Imobilitas dapat menurunkan hasil makanan yang dicerna
Sehingga timbul keluhan kembung, mual, dan nyeri lambung yang dapat menyebabkan gangguan eliminasi.
Perubahan sistem pernapasan
Kadar Hb menurun menyebabkan penurunan aliran oksigen ke alveoli jaringan menurun, sehinga mengakibatkan anemia.
Ekspansi paru menurun, Terjadi kelemahan otot yang dapat menyebabkan proses metabolisme terganggu
Perubahan Kardiovaskuler
Hipotensi ortostatik, kemampuan syaraf otonom yang menurun. Pada posisi tetap dan lama reflek neovaskuler akan menurun menyebabkan vasokonstriksi, kemudian darah terkumpul pada vena bagian bawah sehingga darah ke sistem sirkulasi pusat terhambat, sehingga jantung akan meningkatkan kerjanya
Perubahan sistem Muskuloskeletal
Gangguan muskuler, massa otot menurun, kekuatan otot menurun, atropi massa otot
Gangguan skeletal, mudah terjadinya kontraktur sendi dan osteoporosis.
Perubahan sistem Integumen, Penurunan elastisitas kulit karena penurunan sirkulasi darah, terjadi iskemia serta nekrosis pada jaringan superficial dengan adanya luka dekubitus sebagai akibat tekanan kulit yang kuat dan sirkulasi menurun ke jaringan.
Perubahan Eliminasi, penurunan jumlah urine yang mungkin disebabkan oleh kurangnya asupan dan penurunan curah jantung sehingga aliran darah renal dan urine berkurang.
Perubahan Perilaku, timbulnya rasa bermusuhan, bingung, cemas, emosional tinggi, depresi, perubahan siklus tidur, menurunnya koping mekanisme, penurunan motifasi belajar.
ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Riwayat Keperawatan Sekarang
Pengkajian meliputi alasan pasien yang menyebabkan terjadi keluhan dalam mobilitas dan imobilitas, seperti adanya nyeri, kelemahan otot, kelelahan, tingkat mobilitas dan imobilitas, daerah terganggunya, dan lama terjadinya gangguan mobilitas.
b. Riwayat Keperawatan Dahulu
Riwayat Penyakit sistem neurologis
Riwayat penyakit sistem kardiovaskuler
Riwayat penyakit pernafasan
Riwayat penyakit muskuloskeletal
c. Kemampuan Fungsi Motorik
Pengkajian fungsi motorik antara lain pada tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri untuk menilai ada atau tidaknya kelemahan, kekuatan, atau spastis.
d. Kemampuan Mobilitas
Pengkajian kemampuan mobilitas dilakukan dengan tujuan untuk menilai kemampuan gerak untuk posisi miring, duduk, berdiri, bangun, dan berpindah tanpa bantuan.
e. Kemampuan Rentang gerak
f. Perubahan Intoleransi Aktifitas
Pengkajian berhubungan dengan sistem pernapasan, antara lain:
Suara napas
Analisis gas darah
Gerakan didnding thorak
Adanya mukus
Batuk yang produktif diikuti panas
Nyeri saat respirasi
Pengkajian berhubungan dengan sistem kardiovaskuler
Tanda vital
Gangguan sirkulasi perifer
Adanya trombus
Perubahan tanda vital setelah melakukan aktifitas.
g. Kekuatan otot dan gangguan koordinasi
g. Perubahan psikologis yang disebabkan oleh adanya gangguan mobilitas dan imobilitas, antara lain perubahan perilaku, peningkatan emosi, perubahan dalam mekanisme koping.
2. Diagnosis / Masalah Keperawatan
3. Perencanaan Keperawatan
a. Meningkatkan kekuatan,ketahanan, dan fleksibilitas sendi
b. Meningkatkan fungsi kardiovaskuler
c. Meningkatkan fungsi respirasi
d. Meningkatkan fungsi gastrointestinal
e. Meningaktkan fungsi kemih
f. Memperbaiki gangguan psikologis

